Disaster Communication and Sustainable Structural Empowerment for Tobacco Village Resilience

Authors

Keywords:

komunikasi bencana, pemberdayaan struktural berkelanjutan, ketahanan desa tembakau, krejengan

Abstract

Artikel ini memaparkan hasil KKN Tematik tentang manajemen kebencanaan di Kecamatan Krejengan, Probolinggo, yang berfokus pada penguatan ketangguhan masyarakat pedesaan berbasis komoditas tembakau sebagai “daun emas.” Program ini bertujuan mengintegrasikan komunikasi kebencanaan dengan pemberdayaan struktural berkelanjutan untuk memperkuat ketahanan masyarakat yang sangat bergantung pada produksi tembakau. Produksi tembakau, terutama proses pengeringannya, sangat rentan terhadap hujan dan perubahan cuaca mendadak. Kerentanan ini diperparah oleh ketimpangan akses jaringan seluler, di mana beberapa wilayah menjadi blank spot atau dimonopoli satu penyedia layanan, menyebabkan ketimpangan komunikasi. Kondisi tersebut menghambat akses informasi cuaca dan penggunaan aplikasi mitigasi seperti INARISK yang membutuhkan jaringan stabil. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dan fasilitator memetakan kesenjangan komunikasi, memperkenalkan strategi informasi kebencanaan yang mudah diakses, serta berkolaborasi dengan lembaga desa untuk merancang solusi struktural. Pemberdayaan dilakukan melalui penguatan kelembagaan desa, pengambilan keputusan kolektif, dan pengembangan saluran komunikasi alternatif. Pendekatan ini meningkatkan praktik komunikasi kebencanaan dan menciptakan strategi adaptif dalam pengelolaan risiko pertanian. Temuan menunjukkan bahwa komunikasi kebencanaan yang didukung pemberdayaan struktural mampu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengantisipasi, merespons, dan beradaptasi terhadap guncangan eksternal.

Downloads

Published

2025-09-12

Issue

Section

Articles