Revolusi Pemasaran Digital UMKM Menuju Sandart Global Dari Desa Cipinang

Authors

  • Sandi Nasrudin Wibowo Universitas Swadaya Gunung Jati
  • Rindi Wulandari Universitas Swadaya Gunung Jati
  • Hendri Suwarsono Universitas Swadaya Gunung Jati

Abstract

Proyek pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji model pemasaran digital inovatif yang dirancang khusus untuk UMKM di Desa Cipinang, dengan menggunakan pendekatan “standardisasi fleksibel” yang memungkinkan penyesuaian terhadap kebutuhan lokal namun tetap kompetitif secara global. Kegiatan ini dilakukan observasi langsung, wawancara mendalam, dan diskusi kelompok dengan pelaku UMKM. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan model pemasaran digital ini menghasilkan peningkatan volume penjualan yang signifikan, perluasan jangkauan pasar, dan peningkatan branding produk. Selain itu, penggunaan platform media sosial dan e-commerce, serta penerapan analitik, terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan pelanggan dan efisiensi operasional. Namun, proyek ini juga menemukan bahwa hambatan literasi digital dan keterbatasan infrastruktur masih menjadi tantangan utama bagi UMKM pedesaan dalam mengadopsi teknologi digital. Temuan-temuan ini memberikan implikasi penting terhadap kebijakan yang mendukung digitalisasi UMKM pedesaan dan menunjukkan potensi global dari model yang dikembangkan untuk diadaptasi di wilayah serupa..

Kata kunci— Pemasaran Digital, UMKM, Desa Cipinang, Fleksibilitas Standarisasi, Transformasi Digital

Abstract

This community service project aims to develop and test an innovative digital marketing model specifically designed for MSMEs in Cipinang Village, using a "flexible standardization" approach that allows for adjustments to local needs while remaining globally competitive. This activity was carried out direct observation, in-depth interviews, and group discussions with MSME actors. The results of the activity showed that the implementation of this digital marketing model led to a significant increase in sales volume, market reach expansion, and product branding enhancement. In addition, the use of social media platforms and e-commerce, as well as the application of analytics, proved effective in improving customer engagement and operational efficiency. However, this project also found that digital literacy barriers and infrastructure limitations remain major challenges for rural MSMEs in adopting digital technology. These findings provide important implications for policies supporting the digitalization of rural MSMEs and demonstrate the global potential of the developed model to be adapted in similar regions.

Keywords— Digital Marketing, MSMEs, Cipinang Village, Flexible Standarization, Digital Transformation

Author Biographies

Sandi Nasrudin Wibowo, Universitas Swadaya Gunung Jati

Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Rindi Wulandari, Universitas Swadaya Gunung Jati

Fakultas Teknik

Hendri Suwarsono, Universitas Swadaya Gunung Jati

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik

Downloads

Published

2025-05-08

Issue

Section

Articles