Optimalisasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga untuk Akselerasi Kesejahteraan Masyarakat Melalui Bank Sampah: Eksistensi Konsep Circular Economy

Authors

  • Santi Merlinda Universitas Negeri Malang
  • Ermita Yusida Universitas Negeri Malang
  • Vidya Purnamasari Universitas Negeri Malang
  • Vika Annisa Qurrata Universitas Negeri Malang
  • Linda Seprillina Universitas Negeri Malang
  • Ahmad Fawaiq Suwanan Universitas Negeri Malang

DOI:

https://doi.org/10.17977/um045v7i1p047

Abstract

Sukun Berdaya memiliki bank sampah Sukun Berseri yang mengelola sampah organik rumah tangga menjadi pupuk kompos. Namun, terdapat kendala-kendala yang memerlukan solusi penyelesaiannya, yaitu (1) minimnya pengetahuan pengurus terhadap proses pengolahan sampah rumah tangga menjadi pupuk organik, (2) ketiadaan alat pencacah, (3) penggunaan tong untuk composter yang menimbulkan bau tidak sedap, (4) kualitas pupuk yang belum memenuhi standar, (5) kemasan pupuk yang belum sesuai standar, dan (6) belum adanya distributional-chain untuk memasarkan hasil produksi pupuk. Metode pengabdian yang digunakan untuk mengatasi masalah tersebut yaitu pelatihan dan pendampingan, serta pemberian alat-alat pendukung. Hasil dari program pengabdian ini adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memproduksi pupuk kompos sesuai dengan standar. Selain itu, pemberian alat pencacah dapat meningkatkan efisiensi proses pencacahan sampah menjadi partikel yang lebih kecil. Composter bag juga dapat mencegah terjadinya pencemaran udara akibat proses composting. Pemberian kemasan dan label dapat menjamin kualitas pupuk kompos hingga sampai ke tangan pelanggan serta lebih menarik konsumen. Terakhir, pelatihan pemasaran online dan offline dapat menciptakan distributional-chain sekaligus memperluas pasar. Program selanjutnya dapat membantu dalam uji kualitas dan standar pupuk yang dihasilkan serta menjalin program kemitraan.

 

Kata kunci Pengabdian Masyarakat, Bank Sampah, Pupuk Kompos, Ekonomi Sirkuler

 

Abstract

 

Sukun Berdaya Village has a Sukun Berseri waste bank that manages household organic waste into compost. However, there are obstacles that require solutions, namely (1) the lack of knowledge of the management on the process of processing household waste into organic fertilizer, (2) the absence of shredders, (3) the use of barrels for composter that causes unpleasant odors, (4) the quality of fertilizers that have not met the standards, (5) fertilizer packaging that is not up to standard, (6) there is no distributional-chain to market fertilizer production. The dedication methods used to overcome these problems are training and mentoring, as well as the provision of supporting tools. The result of this service program is an increase in community knowledge and skills in producing compost in accordance with standards. In addition, the provision of a shredding device can increase the efficiency of the process of shredding waste into smaller particles. Composter bags can also prevent air pollution due to the composter process. Packaging and labeling can ensure the quality of compost until it reaches customers and attracts consumers more. Finally, online and offline marketing training can create a distributional-chain while expanding the market. The further program can assist in testing the quality and standards of fertilizers produced and establishing a partnership program.

 

Keywords Community Service, Waste Bank, Compost, Circular Economy

Downloads

Published

2024-01-20

Issue

Section

Articles