Revitalisasi Potensi Ekonomi Regional Sebagai Optimalisasi Pengembangan Ekowisata Berkelanjutan Menuju Destinasi Autentik di Desa Wisata Jatisari
Abstract
Desa wisata memiliki peran strategis dalam mewujudkan SDG’s. Perpaduan antara aspek lingkungan, sosial dan ekonomi akan memberikan kontrbusi nyata terhadap optimalisasi pariwisata berkelanjutan. Namun, masih banyak pengelola wisata yang hanya memperhatikan aspek ekonomi tanpa memperhatikan aspek lingkungan dan sosial. Akibatnya tempat wisata tersebut akan sulit bertahan dalam jangka waktu yang lama. Masih banyak juga pengelola wisata yang belum mampu untuk mengelola keuangan dengan baik dan juga mengadopsi teknologi digital khususnya di Desa Jatisari, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi ekonomi, kesadaran lingkungan dan kemampuan digital pengelola wisata melalui pendekatan edukatif dan penerapan sistem keuangan digital. Metode yang digunakan mencakup Focus Group Discussion (FGD), sosialisasi, pelatihan serta pendampingan mengenai implementasi pengelolaa keuangan dan pengelolaan wisata yang berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan pengelola wisata dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan, pengelolaan keuangan, serta peningkatan digitalisasi wisata sehingga menjangkau banyak wisatawan. Program pengabdian kepada masyarakat ini memberikan hasil bahwa pendekatan berbasis pelatihan langsung dan bersifat partisipatif akan memberikan dampak positif bagi pemberdayaan masyarakat desa secara berkelanjutan. Keberhasilan implementasi pariwisata berkelanjutan dan digitalisasi pariwisata di Desa Jatisari diharapkan menjadi inspirasi desa lainnya untuk mewujudkan desa wisata berkelanjutan dan berbasis teknologi digital.
Kata kunci— Desa Wisata, Pariwisata Berkelanjutan, Teknologi Digital
Abstract
Tourism resorts play a strategic role in achieving the Sustainable Development Goals (SDGs). Combining environmental, social and economic aspects will contribute significantly to the optimization of sustainable tourism. However, many tourism managers still focus solely on economic aspects, without considering environmental and social aspects. As a result, these tourism attractions will struggle to survive in the long term. In addition, many tourism managers fail to effectively manage their finances and adopt digital technologies, especially in Jatisari Village, Tajinan District, Malang Regency. This non-profit activity aims to improve tourism managers' economic knowledge, environmental awareness and digital skills through an educational approach and the implementation of a digital financial system. The methods used include group discussions, socialization, training and mentoring related to the implementation of financial management and sustainable tourism management. The results of these activities demonstrate better understanding and competence of tourism managers in sustainable tourism development, financial management and the increasing digitalization of tourism, thus reaching more tourists. This non-profit program demonstrates that a hands-on, participatory, education-based approach can sustainably strengthen village communities. The successful implementation of sustainable tourism and tourism digitalization in Jatisari Village is likely to inspire other villages to implement sustainable tourism villages based on digital technology.
Keywords— Tourism Village, Sustainable Tourism, Digital Technology



