Implementasi Strategi Pembelajaran Deep Learning di SMA Negeri Pagak Kabupaten Malang

Authors

  • Tri Wahyu Hardaningrum Universitas Negeri Malang
  • Hari Wahyono Universitas Negeri Malang
  • Putra Hilmi Prayitno Universitas Negeri Malang
  • Januar Kustiandi Universitas Negeri Malang
  • Sefira Oktavia Anggraeni Universitas Negeri Malang
  • Linda Agustin Ningrum Universitas Negeri Malang

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan dan menawarkan metodologi pembelajaran mendalam kepada guru-guru di SMA Negeri Pagak, Kabupaten Malang. Strategi pembelajaran mendalam dipilih karena mendorong keterlibatan kritis, introspektif, dan mendalam dengan materi ajar. Upaya ini menggunakan metode Diskusi Kelompok Terfokus (FGD) yang melibatkan 25 guru dari berbagai disiplin ilmu. Selama diskusi kelompok terarah, para guru mengeksplorasi konsep, kendala, dan implementasi pembelajaran mendalam di pendidikan menengah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman guru yang substansial tentang pembelajaran mendalam, dengan 84% peserta menyatakan kesediaan mereka untuk mengintegrasikan metode ini ke dalam rencana pembelajaran mereka. Latihan ini menghasilkan rekomendasi untuk pelatihan dan pendampingan berkelanjutan agar implementasinya efektif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berdampak positif pada peningkatan keterampilan pedagogi guru dan mendorong pembelajaran yang lebih bermakna dan kolaboratif, yang bertujuan untuk menumbuhkan keterampilan abad ke-21.

 

 

Kata kunci— deep learning, FGD, pembelajaran mendalam, guru, SMA Negeri Pagak

 

 

Abstract

 

This community service aimed to implement and offer immersive learning methodologies to teachers at Pagak State Senior High School in Malang Regency. The immersive learning strategy was chosen because it encourages critical, introspective, and in-depth engagement with the teaching materials. This effort utilized a Focus Group Discussion (FGD) method involving 25 teachers from various disciplines. During the focus group discussions, teachers explored the concepts, constraints, and implementation of immersive learning in secondary education. The results of the activity demonstrated a substantial increase in teachers' understanding of immersive learning, with 84% of participants expressing their willingness to integrate this method into their lesson plans. The exercise generated recommendations for ongoing training and mentoring for effective implementation. This community service activity positively impacted teachers' pedagogical skills and encouraged more meaningful and collaborative learning, aiming to cultivate 21st-century skills.

 

Keywords— deep learning, FGD, deep learning, teacher, Pagak State High School

Author Biographies

Tri Wahyu Hardaningrum, Universitas Negeri Malang

Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Malang

Hari Wahyono, Universitas Negeri Malang

Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Malang

Putra Hilmi Prayitno, Universitas Negeri Malang

Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Malang

Januar Kustiandi, Universitas Negeri Malang

Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Malang

Sefira Oktavia Anggraeni, Universitas Negeri Malang

Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Malang

Linda Agustin Ningrum, Universitas Negeri Malang

Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Malang

Downloads

Published

2025-12-17

Issue

Section

Articles