Pengolahan Produk Pertanian Sebagai Produk Unggulan Sebagai Bekal Kemandirian Ekononomi Menuju Reintegrasi Sosial di Lapas Ngajum

Authors

  • Dwi Wulandari Universitas Negeri Malang
  • Putra Hilmi Prayitno Universitas Negeri Malang
  • Abdul Rahman Prasetyo Universitas Negeri Malang
  • Sefira Oktavia Anggraeni Universitas Negeri Malang
  • Linda Agustin Ningrum Universitas Negeri Malang
  • Dhany Adiyatma Satria Wijaya Universitas Negeri Malang
  • Bryan Fredyanto Nugroho Universitas Negeri Malang

Abstract

Kemandirian ekonomi merupakan prasyarat penting bagi mantan narapidana untuk menjalani kehidupan yang layak setelah bebas. Stigma sosial yang melekat seringkali menjadi hambatan signifikan bagi reintegrasi sosial mereka. Situasi ini mendorong banyak mantan narapidana untuk melakukan perilaku merugikan akibat kesulitan keuangan. Oleh karena itu, penting untuk memperoleh keterampilan vokasional yang sesuai selama menjalani hukuman. Lapas Ngajum, yang terletak di wilayah yang didominasi pertanian, memiliki potensi untuk memanfaatkan keunggulan ini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan narapidana dalam memproduksi produk-produk pertanian untuk bekal kemandirian ekonomi. Metode yang digunakan mencakup Focus Group Discussion (FGD), sosialisasi, pelatihan serta pendampingan mengenai implementasi pengelolaa keuangan dan pengelolaan wisata yang berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kepercayaan diri yang signifikan pada para narapidana setelah berpartisipasi dalam program ini. Studi ini juga menunjukkan bahwa keterampilan pengolahan hasil pertanian menciptakan budaya kerja yang kondusif, berbeda dengan di penjara. Inisiatif konversi lahan pertanian di Lapas Ngajum telah memberikan dampak sosial yang luas. Penduduk setempat mendapatkan manfaat dari pasokan bahan baku, sementara petani di daerah mendapatkan pasar tambahan untuk hasil panen mereka.

 

Kata kunci— Reintegrasi Sosial, Lapas, Produk Pertanian

 

Abstract

 

Economic independence is a crucial prerequisite for former inmates to lead a decent life after release. The social stigma attached to the prison often poses a significant obstacle to their social reintegration. This situation drives many former inmates to engage in detrimental behavior due to financial hardship. Therefore, it is crucial to acquire appropriate vocational skills while serving their sentences. Ngajum Prison, located in a predominantly agricultural area, has the potential to capitalize on this advantage. This community service activity aims to improve inmates' ability to produce agricultural products to achieve economic independence. The methods used include focus group discussions (FGDs), outreach, training, and mentoring on implementing financial management and sustainable tourism. The results of the activity indicate a significant increase in inmates' self-confidence after participating in the program. The study also showed that agricultural processing skills create a conducive work culture, unlike in prison. The agricultural land conversion initiative at Ngajum Prison has had a broad social impact. Local residents benefit from a supply of raw materials, while farmers in the area gain additional markets for their crops.

 

Keywords— Social Reintegration, Prisons, Agricultural Products

Author Biographies

Dwi Wulandari, Universitas Negeri Malang

Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Malang

Putra Hilmi Prayitno, Universitas Negeri Malang

Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Malang

Abdul Rahman Prasetyo, Universitas Negeri Malang

Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang

Sefira Oktavia Anggraeni, Universitas Negeri Malang

Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Malang

Linda Agustin Ningrum, Universitas Negeri Malang

Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Malang

Dhany Adiyatma Satria Wijaya, Universitas Negeri Malang

Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Malang

Bryan Fredyanto Nugroho, Universitas Negeri Malang

Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Malang

Downloads

Published

2025-09-11

Issue

Section

Articles