Instalasi Vertikal Garden dan Pembuatan Eco-Enzym untuk Mewujudkan Eco-Pesantren dan Ketahanan Pangan Berkelanjutan

Authors

  • Heni masruroh Universitas Negeri Malang
  • Alfyananda Kurnia Putra Universitas Negeri Malang
  • Tuti Mutia Universitas Negeri Malang
  • Imelda Nasywa Zaidan Universitas Negeri Malang
  • Muhammad Prima Pratama Universitas Negeri Malang

DOI:

https://doi.org/10.17977/um045v7i3p199

Abstract

Pondok Pesantren Sabilurrosyad, yang terletak di Kota Malang, telah menerapkan konsep eco-pesantren dengan berfokus pada keberlanjutan lingkungan. Artikel ini membahas penerapan prinsip eco-pesantren di pesantren ini, khususnya dalam pengelolaan sisa buah-buahan sebagai bahan kompos. Pengabdian ini melibatkan survei awal untuk mengidentifikasi kondisi sisa buah, pertemuan dengan mitra untuk menjalin kerja sama, pelaksanaan kegiatan sosialisasi dan pelatihan, serta evaluasi dampak dari inisiatif yang dilakukan. Hasil survei menunjukkan bahwa pesantren telah menerapkan berbagai inisiatif lingkungan, seperti penggunaan maggot untuk pengolahan sampah organik, sistem gesekan untuk efisiensi energi, dan teknologi smart garden. Namun, terdapat kebutuhan mendesak untuk meningkatkan sosialisasi, kesadaran individu, serta sistem pemisahan sampah. Inisiatif baru yang diusulkan meliputi penerapan hidroponik, sistem pemisahan sampah yang lebih terperinci, dan pendirian bank sampah. Upaya ini bertujuan untuk memperbaiki pengelolaan limbah, meningkatkan kualitas lingkungan pesantren, dan menanamkan kesadaran lingkungan kepada santri, sehingga pesantren dapat menjadi contoh unggul dalam keberlanjutan lingkungan di sektor pendidikan pesantren.

Kata kunci— Eco-Pesantren, Pengelolaan Sisa Buah-buahan, Inisiatif Lingkungan

Abstract

Pondok Pesantren Sabilurrosyad, located in Malang City, has implemented the concept of eco-pesantren with a focus on environmental sustainability. This article discusses the application of eco-pesantren principles at this pesantren, particularly in the management of fruit waste as compost material. The research involves an initial survey to identify the condition of fruit waste, meetings with partners to establish cooperation, the implementation of socialization and training activities, and the evaluation of the impact of the initiatives undertaken. Survey results indicate that the pesantren has adopted various environmental initiatives, such as using maggots for organic waste processing, friction systems for energy efficiency, and smart garden technology. However, there is an urgent need to improve socialization, individual awareness, and waste separation systems. Proposed new initiatives include the implementation of hydroponics, more detailed waste separation systems, and the establishment of a waste bank. These efforts aim to enhance waste management, improve the environmental quality of the pesantren, and instill environmental awareness in the students, making the pesantren a leading example of environmental sustainability in the education sector.

Keywords— Eco-Pesantren, Management of Fruit Waste, Environmental Initiative

Author Biographies

Heni masruroh, Universitas Negeri Malang

Departemen Geografi, Fakultas Ilmu Sosial

Alfyananda Kurnia Putra, Universitas Negeri Malang

Departement Geografi, Fakultas Ilmu Sosial 

Tuti Mutia, Universitas Negeri Malang

Departement Geografi, Fakultas Ilmu Sosial 

Imelda Nasywa Zaidan, Universitas Negeri Malang

Departement Geografi, Fakultas Ilmu Sosial 

Muhammad Prima Pratama, Universitas Negeri Malang

Departement Geografi, Fakultas Ilmu Sosial 

Downloads

Published

2024-09-28

Issue

Section

Articles